Mengenal Sulah Nyanda, Rumah Adat Banten Yang Unik

Mengenal Sulah Nyanda, Rumah Adat Banten Yang Unik

rumah adat banten tradisional suku Baduy, suku asli yang tempati Provinsi Banten, rumah adat Banten memadai terkenal Karna keunikan di setiap bangunannya. Banten merupakan keliru satu provinsi yang terletak di wilayah paling barat Pulau Jawa. Provinsi ini dulu berhimpun bersama dengan Jawa Barat, tetapi semenjak berlangsung pemekaran, Banten terpisah dari Jawa Barat dan berdiri sendiri. Tak lengkap rasanya jika belum memahami keindahan dari rumah tradisional Banten. Yuk, cari memahami keunikannya di sini!

https://www.mengulikbanten.com/

Keunikan Rumah Adat Banten

Nama rumah adat banten dikenal bersama dengan nama Rumah Sulah Nyanda. Ini merupakan rumah adat tradisional suku Baduy yang tempati Provinsi Banten. Tentunya, tetap banyak sejarah dan keunikan lain yang tersedia pada kebudayaan rumah ini. Tertarik untuk mengetahuinya? Yuk, kenali bersama dengan di bawah ini!

  1. Menyatu bersama dengan Alam

Fakta-fakta mengenai rumah adat tersedia terdapat dalam buku berjudul Rumah Adat Nusantara (2017) karya Intania Poerwaningtias dan Nindya K. Surwanto. Dijelaskan bahwa Rumah Sulah Nyanda tetap menyatu bersama dengan alam. Rumah adat Banten ini terbuat dari bahan-bahan yang berasal di sekitarnya. Fondasi bangunanya terbuat dari batu dan pada anggota lantainya dibangun dari bambu yang dibelah. Selain itu, di anggota dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Sedangkan, tiangnya dari balok kayu berukuran besar yang cantik. Hngga atapnya pun kenakan bilah bambu dan ijuk yang dikeringkan. Dari posisi pembangunan rumah adat Banten, Rumah Sulah Nyanda saling berhadapan yaitu utara dan selatan.

  1. Bangunan Mengikuti Kontur Tanah

Rumah adat Banten berbentuk rumah panggung. Sebab, perihal ini sebab mengikuti kontur lahan yang tersedia di Banten. Sehingga, pada anggota penyangganya tiap-tiap miliki ketinggian yang berbeda-beda.

  1. Batu Kali untuk Bahan Bangunan

Batu kali adalah komponen perlu yang tersedia di lingkungan area tinggal suku Baduy. Selain sebagai penyangga, batu kali termasuk dipakai untuk menahan tanah supaya tidak longsor.

  1. Ikuti Aturan Budaya

Keunikan dari rumah adat Banten lainnya adalah pembangunannya yang menaati peraturan leluhur. Hal ini dikerjakan sebab adanya peraturan adat yang memadai kental. Tujuannya, supaya penduduk yang membangun rumah tidak merusak alam sekitarnya.

  1. Ruang Tamu Tradisional

Pada rumah adat Banten, terdapat beberapa anggota yang dibedakan berdasarkan kegunaannya. Pada anggota depan Rumah Sulah Nyanda, disebut sosoro. Area ini digunakan sebagai ruang tamu. Sebab, tamu tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah penghuni.

  1. Ruangan Khusus Keluarga

Seperti rumah pada umumnya, rumah adat Banten termasuk miliki ruang tidur. Ini terdapat pada anggota sedang rumah Sulah Nyanda. Ruangan sedang ini dipakai untuk area beristirahat atau pertemuan keluarga. Biasanya, hanya anggota keluarga saja yang boleh memasuki ruangan privat ini. Angin sepoi-sepoi yang sejuk mampu jadi meskipun tak miliki ventilasi di dalamnya.

  1. Ruang Hasil Panen

Sedangkan, pada anggota belakang rumah tradisional ini disebut imah. Area ini digunakan sebagai area memasak dan menyimpan hasil ladang termasuk beras. Tiap ruangan itu disempurnakan bersama dengan lubang di anggota lantainya. Lubang-lubang selanjutnya bermanfaat sebagai sirkulasi udara. Hal ini sebab Rumah Sulah Nyanda tidak miliki ventilasi atau jendela. Selain itu, ini dikerjakan supaya penghuni rumah yang menginginkan memandang luar wajib keluar rumah.

  1. Konstruksi Bangunan Alami

Ada sejumlah konstruksi bangunan yang tidak serupa di rumah adat Banten bersama dengan rumah adat lainnya di Indonesia.

Berikut penjelasannya berdasarkan setiap bahan bangunan:

  • Fondasi

Pada rumah adat Banten, pondasinya manfaatkan batu yang tidak dipecah atau ditanam lebih dulu.

  • Tiang

Pada anggota tiang, terbuat dari balok kayu berukuran besar. Sedangkan, di anggota atas tutupnya dibikin dari bambu yang dipecah lalu diratakan.

  • Dinding

Di anggota dindingnya dibikin dari anyaman bambu yang berjarak. Sementara itu, pada anggota bawah dinding dibikin anyaman yang lebih rapat.

  1. Atap Terbuat dari Ijuk

Menariknya lagi, rumah adat Banten atapnya terbuat dari bahan-bahan alami, lho! Bagian atapnya terbuat dari bilah bambu termasuk ijuk yang dikeringkan. Sedangkan, untuk menutup atap, manfaatkan anyaman dari daun nipah. Daun nipah ini dinilai memadai kuat untuk memelihara rumah dari cuaca buruk.

Nah, itulah rumah adat Banten beserta keunikannya. Jika singgah ke Banten, jangan lupa untuk menengok keunikan adat istiadat yang tetap bertahan sampai kini.